Cinta Akhir

Post a Comment


Kini aku makin ngerti dengan keadaan ini semua yang samakin membuatku menjadi waras, aku mulai menyadari senyum manismu dari balik cadar hitam tepat melekat di wajahmu, senyum sejuk itu yang kau pancarkan saat senja mulai tertutup, telah menyipu maluku sejak awal kumengenalmu.

Aku hampir melupa akan anugrah yang bernama cinta, tentang kedua insan saling berjatuh hati lalu berakad. Atau tentang Pangeran Pilik yang kini tumbuh dewasa lalu mencari pasangan hidupnya.
Aku lupa...

Sungguh kau memberi warna baru dalam akal perihal cinta suci yang kuanggap hanyalah cerita dongen pengantar lelap, dan kini begitu nyata adanya...

Hai... wanita anggun bercadar hitam, kini kumulai menunggu waktu berpihak padaku, untuk menyambutmu, memintamu, dan merawatmu. Untuk kisah akhir berhujung penghulu.


Faqih Fadul
Metro, 23 April 2016

Related Posts

Post a Comment