Kini
aku makin ngerti dengan keadaan ini semua yang samakin membuatku menjadi waras,
aku mulai menyadari senyum manismu dari balik cadar hitam tepat melekat di
wajahmu, senyum sejuk itu yang kau pancarkan saat senja mulai tertutup, telah
menyipu maluku sejak awal kumengenalmu.
Aku
hampir melupa akan anugrah yang bernama cinta, tentang kedua insan saling
berjatuh hati lalu berakad. Atau tentang Pangeran Pilik yang kini tumbuh dewasa
lalu mencari pasangan hidupnya.
Aku lupa...
Sungguh
kau memberi warna baru dalam akal perihal cinta suci yang kuanggap hanyalah
cerita dongen pengantar lelap, dan kini begitu nyata adanya...
Hai...
wanita anggun bercadar hitam, kini kumulai menunggu waktu berpihak padaku,
untuk menyambutmu, memintamu, dan merawatmu. Untuk kisah akhir berhujung
penghulu.
Faqih
Fadul
Metro,
23 April 2016


Post a Comment
Post a Comment