Rupanya ada yang berjalan berarak-dengan membunuh jarak
Ada yang bersatu pada kepulan-pada perkumpulan
Saksi mata peradaban yang pura-pura membisu, dan sepakat bersekutu
Ada yang bersatu pada kepulan-pada perkumpulan
Saksi mata peradaban yang pura-pura membisu, dan sepakat bersekutu
Mengadakan bayangmu serupa-sama
Meneduhkan hati, yang terdidih panas matahari
Meniadakan terik, yang bagimu mencekik
Apalagi bagi para peminta logam mulia
Meneduhkan hati, yang terdidih panas matahari
Meniadakan terik, yang bagimu mencekik
Apalagi bagi para peminta logam mulia
Di sana,
Di atas sana ...
Di atas sana ...
Awan awan yang kemarin menghitam di ufuk-ufuk yang memabuk
Kembali memutih, menjanji kasih
Kembali memutih, menjanji kasih
Kembali berarak,
pula kembali membunuh jarak, dengan menumbuh isak ...
pula kembali membunuh jarak, dengan menumbuh isak ...
Seluas langit Tuhan,
dengan mengulas kasih Tuhan
dengan mengulas kasih Tuhan
Meski harus pergi dengan indah,
Toh, akan kembali hinggap dan terlelap
pada kalung-kalung langit sebelum sempat membagi basah..
Toh, akan kembali hinggap dan terlelap
pada kalung-kalung langit sebelum sempat membagi basah..
Penulis : Nyai Ayu


Post a Comment
Post a Comment