Gelap...
Segala yang ku pandang ialah gelap
Kesana kemari berkawan gelap
Tak jua setitik cahaya ku temui
Hentak kaki yang lemah terus berlari
Tak peduli dengan cara apa kaki ini
berdiri
Ketika kerikil tajam yang tak
terlihat dalam kegelapan menyandungku
Terus ku berlari ...
Namun aku terjatuh
Dan amat sangat jatuh
Aku bodoh, bodoh yang bertemankan
gelap
Ku teguk segala apa yang kutemui
dalam gelap
Tuk obati dahagaku
Dahaga yang rupanya semkin gila
Jenis kawan bermacam pun aku punya
Rasanya seperti aku berada dalam gua
yang gelap
Hampir saja aku mati
Putus asa karna tak kudapatkan cahaya
Tertatihku berjalan sendirian dari
lorong gua yang satu ke lainnya
Ku teriak, cahaya ! ada cahaya !
Terus ku dekati kesana
Sadar...
Aku lelah,
Lelah dengan apa yang aku kerjakan
Tak suatu faedah pun baik tuk
dipetik
Bagai pendaki ditengah safana yang
kehilangan kompas, dan pemandu
Tersesat !
Dan segalanya perlahan pergi
Lagi-lagi aku tersadar
Tiap kali ku kehilangan arah
Kau adalah arah hidupku, kompasku,
dan pemanduku
Ialah Tuhan .
Penulis : Dara Triana Nova Ningrum


Post a Comment
Post a Comment