Sial

Post a Comment


 
Faqih Fadul
Kenapa aku ini
Lagi-lagi terpuruk di ambang rawa-rawa ketidak pastian
Seketika kumendapat anugrah
Namun apa daya hati yang tak sampai mencintai
Aku lupa dengan doa yang kupanjatkan di setiap senja
Memintamu agar kau hadir ditengah kehidupanku
Namun tak kusangka diriku menyadari betapa cepat doa terkabul

Kau hadir dengan penuh cinta kasih
Sembari cahaya doa yang kau bawa
Kau hadir dengan senyum tipis terlukis diwajahmu

Namun biadabnya diriku yang menolak anugrah itu
Lagi-lagi kumenjadi manusia apatis
Berdiam diri dari cinta yang telah hadir
Aku mulai bingung dengan keadaan sebenarnya
Dan seketika kumenghilang dari keramaian

Dikesunyian kumenemukan surat lama yang mengatasnamakan cinta
Ia menarikku
Mengajaku bernostalgia pada cinta lama
Aku mulai bingung dengan keadaan sebenarnya
Sebuah keseriusan sesaat yang tak pernah kuharap terhenti

Ah... tapi aku tak peduli
Yang jelas lagi-lagi ku menghilangkan anugrah yang kupinta.
Sial

Penulis:
Faqih Fadul, 180516
Tak usah meminta jika kau tak siap

Related Posts

Post a Comment