Teruntuk sahabat..
Pagi ini masih begitu sunyi
Kepadanya aku dibuat iri,
Oleh dingin darinya dan juga oleh mentari yang
belum kentara
Pagi ini membawa memori yang lalu
Tentang sahabat yang kian lama membisu
Walau tak pernah jumpa
Ketahuilah aku tak pernah lupa oleh wajah
wanita jawa mempesona
Terlebih dengan lembut perangainya serta
kekuatan hatinya
Pagi ini ku teringat, tentang jarak yang
terpaut lama terpegat
Tentang rambut poni lurus dan kulit putih
mulus
Pagi ini mentari belum jua menyelisik
Maka dari itu aku tetap berbisik, dan bercumbu
dengan rindu
Sungguh tak kusalahkan pagi itu
Yang membawaku kenuansa lama, saat masih
bersama
Kubuka imaji kusambangi intisari sesekali
tersenyum seorang diri
Siapa dia bagiku?
Setelah keegoisan ruang dan waktu memisahkan
aku
Dia adalah wanita luar biasa
Sungguh aku berani menjaminya, dan jangan
tiada percaya
Dia adalah gadis jawa yang tidak biasa
“Tidak biasa yang bagaimana?” Pagipun bertanya
Kujawab pertanyaan itu dengan senyumku
“Tanyalah sang waktu” ujarku kepada pagi sunyi
Walaupun terpaut aku dan dia, tetap kutegaskan
kepadanya
Kepada mentari yang sudah mulai enggan
bersembunyi
Bahwa, dia adalah sahabat yang paling aku
sayangi
Paling aku rindui, paling aku kagumi
Tentang kilau auranya, tentang kekokohan
jiwanya
tentang kelembutan hatinya, tentang kuat
raganya
tentang Devina....
terimaksih sang pagi, mengingatkanku kepadanya
lagi, lagi, dan lagi
terimakasih sang mentari, yang mulai
menyingsing
dengan tidak memenging. Dan semoga aku tak menjadi
yang terasing
Penulis : Julianto Nugroho
(Untuk Dear Friend
Devina Meliyanti di STBA Pertiwi Jl. Dewi sartika Kav. 2-3, Cililitan, Jakarta
Timur)


Post a Comment
Post a Comment