Griyatulisan.blogspot.com-Hari
ini merupakan hari penting dalam perjalanan sejarah Indonesia, yaitu hari
dibacakannya Proklamasi yang mengartikan bahwa negara ini telah merdeka.
Apabila melihat pelbagai perjuangan para pahlawan sampai tumpah darah mengusir
kolonialisme, sehingga dapat menyiarkan kemerdekaanya pada seluruh dunia. Tentu
saja tujuan memerdekaan negara ini
adalah memerdekaan rakyatnya.
Dalam
memperingati hari kemerdekaaan negaranya, masyarakat tentu membuat suatu acara
yang berlangsung di tempat daerahnya masing-masing. Seperti mengadakan
perlombaan, karnaval, jalan sehat, senam bersama dan banyak lagi yang pada
intinya bersifat hegemoni. Kegiatan rutinitas tiap tahunnya tersebut, bertujuan
untuk menunjukan semangat juang dan sikap nasionalisme itu masih ada.
Tentu
masyarakat sangat antusias meramaikan acara tersebut. Tanpa adanya rasa
terpaksa bahkan malah dengan senang hati. Biasanya setiap acara tersebut
diadakan ditanah yang lapang. Tentu keceriaan dan kegembiraan masyarakat
mewarnai hari itu. Pertanyaan yang ada apakah keceriaan dan kegembiraan itu
selalu ada? Apakah setelah acara hari kemerdekaan usai masyarakat saling solid
dan tetap rukun?
Terlihat
dari umur negara ini yang terbilang sudah cukup menua bila disamakan umur
manusia pada umumnya, tentu masyarakat seharusnya sudah bahagia. Namun
sebaliknya, raut muka masyarakat dilihat dari kehidupan sehrai-hari sangat
jarang menemukan kegembiraan dan keceriaan bersama, kecuali dimiliki oleh
keluarga pejabat dan konglomerat. Kemerdekaan itu seperti tidak semestinya, seperti
sedikit sekali faedahnya.
Kerukunan
dalam masyarakat semakin menurun nilainya, pengorbanan kian tinggi harganya.
Tidak dipungki sedikit sekali orang yang tiap harinya berintraksi dengan orang
sekitar seperti tetangga, bahkan lebih mirisnya lagi kita sendiri tidak
mengenali nama tetangga kita. Sedangkan pengorbanan sengaja ditonjol-tonjolkan
kemuka, menuntut untuk dihargai masyarakat. Sekarang orang sangat bakhil
keringat, bakhil waktu dan memiliki sifat serakah. Mereka sangat malas untuk
mengeluarkan keringatnya, meskipun itu untuk kepentingannya sendiri.
Sangat
banyak contoh yang dapat kita lihat dari beberapa tahun kebelakang bagaimana
banyaknya terjadinya bentrok antar warga, antar etnis meskipun terkadang
berawal dari masalah yang kecil.
Memaknai
Hari Kemerdekaan
Merdeka
diartikan bebas—dari perhambaan, penjajahan dan sebagainya. Seyogyanya
masyarakat Indonesia sudah merasakan kemerdekaan sejak dibacakannya proklamasi.
Hingga pada tahun 2016 ini, Indonesia Merdeka sudah 71 tahun. Apakah selama 71
tahun itu semua masyarakat sudah merasakan kemerdekaan dengan sejatinya?
sudahkah semua masyarakat hidup sejahtera?
Tentu
jawabannya belum, karena masih banyak masyarakat kecil yang ditindas dan
kemiskinan merajalela. Seperti petani yang lahannya direbut untuk digantikan
dengan pabrik, perumahan, pertokoan dan lain-lain. Contoh lain lagi, yaitu
nelayan yang seharusnya laut yang harus menangkap ikan malah di reklamasi, dan
masih banyak lagi contoh lainnya.
Rasa
apatis kata yang paling tepat untuk dilontarkan kepada masyarakat sekarang ini,
mereka menutup mata untuk melihat orang disekitarnya merasakan kemiskinan, dan
mereka menutup telinga supaya tidak mendengar banyak orang kelaparan.
Dengan
adanya perlombaan pada hari kemerdekaan, ini dijadikan sebuah refleksi. Dengan
hal ini, hari kemerdekaan ini dijadikan refleksi dan evaluasi, untuk diri kita
dan negara pastinya. Bagaimana bahagianya kebersamaan dalam bekerja sama, dan
kerukunanan sehingga menimbulkan sikap solidaritas tiap-tiap individu. Tidak
melihat jabatan, pangkat dan seberapa banyaknya uang yang kita miliki dalam
bekerja sama untuk mewujudkan suatu tujuan bersama, seperti mewujudkan
cita-cita negara ini.
Seperti
pesan M. Natsir “Jangan berhenti tangan mendayung, nanti arus membawa
hanyut...”. pesan ini sangat cocok untuk menjadi refleksi bagi masyarakat
sekarang, karena era perkembangan zaman mampu menggeser solidaritas masyarakat,
maka dari itu masyarakat harus mengkikat dan mengencangkat tali solidaritas
antar sesama.
Si
penulis mengucapkan dirgahayu Republik Indonesia Ke-71 tahun. Semoga tetap jaya
dan merdeka!
Penulis: Iqbal Baikhaqi


Post a Comment
Post a Comment